Emisi Co2 Tanah Akibat Pemberian Pupuk Pada Tanaman Acacia Crassicarpa Di Lahan Gambut
Harefa, Damai Yeni
Emisi CO2 dari tanah merupakan salah satu penyumbang dari peningkatan
gas rumah kaca (GRK) di atmosfer. Salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya
emisi CO2 dari tanah adalah kegiatan pemupukan. Pemberian pupuk pada tanaman
dapat meningkatkan produktivitas tanaman melalui proses fotosintesis, tetapi juga
berpotensi meningkatkan penyerapan CO2 dari dalam tanah ke atmosfer. Penggunaan
pupuk dapat meningkatkan emisi CO2 secara langsung melalui dekomposisi bahan
organik dan respirasi tanah, Acacia crassicarpa merupakan salah satu jenis tanaman
yang digunakan dan dikembangkan oleh perusahaan Hutan Tanaman Industri sebagai
bahan baku industr pulp and paper.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur emisi CO2 tanah akibat pemberian
pupuk NPK pada tanaman Acacia crassicarpa di lahan gambut. Penelitian ini
menggunakan metode sungkup yang berfungsi untuk menangkap emisi CO2 tanah
dengan menggunakan larutan KOH menggunakan toples penyungkup, kemudian
membuat plot pengukuran pada tanaman umur 14 hari, 4 bulan, dan 1 tahun dengan
membuat plot berukuran 20 m x 20 m bentuk persegi. Pengukuran emisi CO2
menggunakan sampel bahan kimia KOH 10 ml dengan menggunakan botol film
berukuran 30 CC dan toples penyungkup, Pengamatan dilakukan pada pagi, siang,
dan sore selama empat belas hari.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk menghasilkan
emisi CO2. Nilai rata-rata keseluruhan emisi CO2 di umur 14 hari sebesar 149.80
mg/jam/m2
, umur 4 bulan sebesar 148.72 mg/jam/m2
, dan umur 1 tahun sebesar
135.84 mg/jam/m2
. Nilai emisi CO2 juga berbeda antara pengamatan pagi, siang dan
sore hari. Emisi paling tinggi terjadi pada siang hari yang dapat meningkatkan laju
respirasi tanah dan respirasi akar pada tanaman, sehingga menghasilkan lebih banyak
emisi CO2. Emisi paling kecil terjadi pada sore hari yang mungkin disebabkan suhu
yang lebih rendah pada sore hari mempengaruhi proses metabolisme tanaman dan
mikroorganisme di tanah, sehingga mengurangi laju respirasi dan emisi CO2 tanah.
gas rumah kaca (GRK) di atmosfer. Salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya
emisi CO2 dari tanah adalah kegiatan pemupukan. Pemberian pupuk pada tanaman
dapat meningkatkan produktivitas tanaman melalui proses fotosintesis, tetapi juga
berpotensi meningkatkan penyerapan CO2 dari dalam tanah ke atmosfer. Penggunaan
pupuk dapat meningkatkan emisi CO2 secara langsung melalui dekomposisi bahan
organik dan respirasi tanah, Acacia crassicarpa merupakan salah satu jenis tanaman
yang digunakan dan dikembangkan oleh perusahaan Hutan Tanaman Industri sebagai
bahan baku industr pulp and paper.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur emisi CO2 tanah akibat pemberian
pupuk NPK pada tanaman Acacia crassicarpa di lahan gambut. Penelitian ini
menggunakan metode sungkup yang berfungsi untuk menangkap emisi CO2 tanah
dengan menggunakan larutan KOH menggunakan toples penyungkup, kemudian
membuat plot pengukuran pada tanaman umur 14 hari, 4 bulan, dan 1 tahun dengan
membuat plot berukuran 20 m x 20 m bentuk persegi. Pengukuran emisi CO2
menggunakan sampel bahan kimia KOH 10 ml dengan menggunakan botol film
berukuran 30 CC dan toples penyungkup, Pengamatan dilakukan pada pagi, siang,
dan sore selama empat belas hari.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk menghasilkan
emisi CO2. Nilai rata-rata keseluruhan emisi CO2 di umur 14 hari sebesar 149.80
mg/jam/m2
, umur 4 bulan sebesar 148.72 mg/jam/m2
, dan umur 1 tahun sebesar
135.84 mg/jam/m2
. Nilai emisi CO2 juga berbeda antara pengamatan pagi, siang dan
sore hari. Emisi paling tinggi terjadi pada siang hari yang dapat meningkatkan laju
respirasi tanah dan respirasi akar pada tanaman, sehingga menghasilkan lebih banyak
emisi CO2. Emisi paling kecil terjadi pada sore hari yang mungkin disebabkan suhu
yang lebih rendah pada sore hari mempengaruhi proses metabolisme tanaman dan
mikroorganisme di tanah, sehingga mengurangi laju respirasi dan emisi CO2 tanah.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-07-04T07:37:31Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah